Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan permintaan maaf terbuka setelah viralnya video seorang wanita tunanetra yang terjatuh ke got karena petugas Transjakarta di halte menolak memberi pendampingan.
“Secara khusus untuk ini, saya minta maaf,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa.
Pramono menegaskan akan menegur jajaran direksi Transjakarta agar insiden serupa tidak terjadi lagi.
Ia mengatakan dirinya sudah berulang kali mengingatkan agar Jakarta menjadi kota yang ramah bagi penyandang disabilitas.
“Yang seperti ini tidak boleh terulang kembali. Saya akan memberikan teguran kepada jajaran direksi dan juga manajemen Transjakarta. Karena saya sudah berulang kali menyampaikan bahwa hal yang berkaitan dengan disabilitas, Jakarta harus lebih ramah,” tegas Pramono.
Sementara itu, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta Tjahyadi DPM juga menyesalkan kejadian ini.
“Transjakarta siap memberikan perhatian serta pendampingan kepada pelanggan yang bersangkutan. Saat ini kami melakukan evaluasi internal dan memperkuat kembali standar pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Tjahyadi.
Kasus ini viral setelah diunggah akun Instagram @folkkonoha, yang menunjukkan seorang wanita berkerudung dan mengenakan helm jatuh ke dalam lubang got di sekitar halte Transjakarta.
Dalam video itu terlihat korban memegang tongkat dan bajunya hingga tasnya kotor terkena air got, diduga karena tidak mendapat bantuan dari petugas saat meminta pendampingan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026